Google
 

30.3.08

GASTRITIS

Gastritis adalah inflamasi (peradangan) dari mukosa lambung. Inflamasi ini mengakibatkan sel darah putih menuju ke dinding lambung sebagai respon terjadinya kelainan pada bagian tersebut. Bedasarkan pemeriksaan endoskopi ditemukan eritema mukosa, sedangkan hasil foto memperlihatkan iregularitas (bentuk tak beraturan) mukosa.
Gastritis terbagi dua, yaitu:
A. Gastritis akut
Merupakan kelainan klinis akut yang jelas penyebabnya dengan tanda dan gejala yang khas. Biasanya ditemukan sel inflamasi akut dan neutrofil.
Jenisnya adalah: gastritis stress akut, gastritis erosive kronis, gastritis eosinofilik, gastritis bakterialis.
B. Gastritis kronik
Penyebabnya sering bersifat multifaktor dengan perjalanan kilnik bervariasi. Kelainan ini sering berkaitan erat dengan infeksi H. pylori.
Jenisnya adalah: gastritis sel plasma, penyakit meniere.
ETIOLOGI
Banyak hal yang dapat menjadi penyebab gastritis. Beberapa penyebab utama dari gastritis adalah infeksi, iritasi dan reaksi autoimun. Infeksi dapat terjadi baik itu oleh bakteri ataupun virus. Iritasi dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti obat-obatan, alkohol, ekskresi asam lambung berlebihan,muntah kronis dan menelan racun.
GASTRITIS AKUT
1. Gastritis stress akut, merupakan jenis Gastritis yang paling berat, yang disebabkan oleh penyakit berat atau trauma (cedera) yang terjadi secara tiba-tiba.
2. Gastitis erosifa kronis, bisa merupakan akibat dari :
- iritan seperti obat-obatan (NSAID), terutama aspirin dan obat anti peradangan lain
- penyakit Crohn
- infeksi virus (enterik rotavirus dan calicivirus) atau bakteri (H.pylori)
Faktor di atas akan mengganggu barier mukosa lambung, sehingga mudah terluka dengan asam lambung normal.
3. Gastritis eosinofilik, terjadi akibat dari reaksi alergi terhadap infestasi cacing gelang. Eosinofil (sel darah putih) terkumpul di dinding lambung.
Jadi secara garis besar faktor tersering yang menjadi penyebab penyakit ini, antara lain:
• Obat-obatan: Aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (AINS), menghambat aktivitas cyclooxygenase mukosa lambung dan menurunkan kadar prostaglandin mukosa.
• Alkohol
• Gangguan mikrosirkulasi mukosa lambung : trauma, stress, sepsis.
Secara makroskopik terdapat lesi erosi mukosa dengan lokasi berbeda. Jika ditemukan pada korpus dan fundus, biasanya disebabkan stress.
GASTRITIS KRONIK
1. Gastritis sel plasma, merupakan gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) terkumpul di dalam dinding lambung dan organ lainnya.
2. Penyakit meniere, merupakan jenis gastritis yang penyebabnya tidak diketahui. Dinding lambung menjadi tebal, lipatannya menebal, kelenjarnya membesar dan memiliki kista yang terisi cairan. Sekitar 10% penderita penyakit ini menderita kanker lambung.
Jadi umumnya pada gastritis kronik penyebabnya berhubungan dengan Helicobacter pylori.
PATOFISIOLOGI
Terdapat gangguan keseimbangan faktor agresif dan faktor defensive yang berperan dalam menimbulkan lesi pada mukosa.
Faktor agresif :
• Asam lambung,
• Pepsin
• AINS
• Empedu
• Infeksi bakteri dan virus
• Bahan korosif: asam & basa
Faktor defensive :
• Mukus
• Bikarbonas mukosa
• Prostaglandin mikrosirkulasi
Dalam keadaan normal, faktor defensif dapat mengatasi faktor agresif sehingga tidak terjadi kerusakan atau kelainan patologi. Sedangkan pada gastritis kronik belum diketahui dengan pasti.
MANIFESTASI KLINIK
GASTRITIS AKUT
1. Gastritis stress akut, penyebabnya (misalnya penyakit berat, luka bakar atau cedera) biasanya menutupi gejala-gejala lambung, tetapi perut sebelah atas terasa tidak enak. Segera setelah cedera, timbul memer kecil dilapisan lambung. Dalam beberapa jam memar ini bias berubh menjadi ulkus. Ulkus dan Gastritis bias menghilang apabila penderita sembuh dengan cepat dari cideranya. Apabila tidak sembuh 2-5 hari maka akan terjadi pendarahan, cairan lambung akan bewarna kemerahan dan tekanan darah akan turun.
2. Gastitis erosif kronis , berupa mual ringan dan nyeri di perut sebelah atas. Tetapi banyak penderita (misalnya memakai aspirin jangka panjang) tidak merasa nyeri. Penderit lainnya merasakan gejala yang mirip ulkus, yaitu nyeri ketika perut kosong. Jika Gastritis manyebabkan pendarahan dari ulkus lambung, gejalanya bias berupa tinja bewarna kehitaman seperti aspal atau muntah darah dan makanan yang nenyerupai endapan kopi.
3. Gastritis esinofilik, nyeri perut atau muntah bias disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan ujung saluran lambung yang menuju ke usus dua belas jari.
Sindrom dyspepsia berupa nyeri berupa nyeri epigastrium, mual, kembung, muntah, merupakan satu keluhan yang sering muncul. Ditemukan pula pendarahan saluran cerna berupa hematemesis dan melena, kemudian disusul dengan tanda-tanda anemia pasca pendarahan.
GASTRITIS KRONIK
1. Gastritis sel plasma, nyeri perut dan muntah bias terjadi bersamaan dengan timbulnya ruam di kulit dan diare.
2. Penyakit meniere, nyeri lambung disertai hilangnya nafsu makan, mual, muntah dan penurunan berat badan. Penimbunan cairan dan pembengkakan jaringan bisa disebabkan karena hilangnya protein dari lapisan lambung yang meradang. Protein yang hilang ini bercampur dengan isi lambung yang dibuang dari tubuh.
Kebanyakan pasien pada kasus gastritis kronik tidak mempunyai keluhan. Hanya sebagian kecil yang mendapat gejala diatas.
PENEGAKAN DIAGNOSIS
Jika seseorang merasakan nyeri pada perut sebelah atas disertai mual dokter akan menduganya gastritis. Jika gejalanya menetap, jarang dilakukan pemeriksaan dan pengobatan dimulai berdasarkan penyebab yang mungkin.
Jika diagnosisnya belum meyakinkan, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan lambung dengan endoskopi dan biopsy (penganbilan contoh lapisan lambung untuk diperiksa dibawah mikroskop). Sedangkan pada Gastrits akibat bakteri bisa diketahui dengan pemeriksaan darah.
PEMERIKSAAN RADIOLOGI
Biasanya sedikit susah. Dengan pemberian bubur barium yang cukup, disertai pemeriksaan dobel kontras (misal dengan memberi O2 atan dengan gas granule) yang dikombiner dengan kompresi, maka dapat dilihat setiap kelainan mukosa. Misalnya rugae yang kaku dan besar merupakan tanda gastritis hipertrofikans. Tapi bila terlihat gambaran seperti buah semangka, merupakan tanda gastritis atrofikans.
MANAJEMEN KLINIS
PENCEGAHAN
Cara terbaik untuk mengatasi gastritis adalah melakukan pencegahan, seperti tidak menggunakan obat-obat yang mengiritasi lambung, makan teratur atau tidak terlalu cepat, mengurangi makan makanan yang terlalu pedas dan berminyak, hindari merokok dan banyak minum kopi maupun alkohol, serta kurangi stres.
PENGOBATAN & TERAPI
Pengobatan yang dilakukan terhadap Gastritis bergantung pada penyebabnya. Pada banyak kasus Gastritis, pengurangan asam lambung denagan bantuan obat sangat bermanfaat. Antibiotik untuk menghilangkan infeksi. Penggunaan obat-obatan yang mengiritasi lambung juga harus dihentikan. Pengobatan lain juga diperlukan bila timbul komplikasi atau akibat lain dari Gastritis.
Kategori obat pada Gastritis adalah :
• Antasid : menetalisir asam lambung dan menghilangkan nyeri
• Acid blocker : membantu mengurang jumlah asam lambung yang diproduksi
• Proton pump inhibitor : menghentikan produksi asam lambung dan menghambat H.pylori.
• Cytoprotective agent : melindungi jaringan mukosa lambung dan usus halus
Berikut ini beberapa obat saluran cerna yang cukup membantu meringankan gastritis. Beberapa obat pada saluran cerna:
Pankreatin
Indikasi : membantu pencernaan lemak, karbohidrat & protein dan mengatasi gangguan pencernaan (perut kembung, mual, rasa penuh, sering mengeluarkan gas)
Efek samping : dapat timbul reaksi alergi, iritasi bukal, perianal
Ranitidin
Indikasi : gastritis, tukak lambung
Efek samping : sakit kepala
Simetidin
Indikasi : tukak lambung, dispepsia, gastritis
Efek samping : diare ringan, lelah, pusing
Terapi yang digunakan berupa terapi eradiksi yang diberikan selama 1-2 minggu dengan memperhatikan efisiensi biaya. Regimen terapi dibagi 3, tripel, kuadrupel, dan dual, namun yang biasa digunakan adalah tripel dan kuadripel.

KESIMPULAN
Lambung atau gaster merupakan pelebaran saluran pencernaan yang terdiri dari fundus, cardiac, corpus, dan pylori. Fungsi utama lambung adalah untuk memecah asam amino dan menghasilkan asam lambung. Gastritis merupakan peradangan yang terjadi pada organ lambung. Gastritis dibagi dua yaitu akut dan kronik. Gastritis akut dapat disebabkan oleh stres, erosi mukosa, menumpuk eosinofil di dinding lambung karena alergi, obat AINS, alkohol, dan gangguan mikrosirkulasi mukosa. Gastritis kronik terutama disebabkan oleh adanya infeksi bakteri Helicobacter pylori. Cara terbaik untuk mengatasi gastritis adalah melakukan pencegahan, seperti tidak menggunakan obat-obat yang mengiritasi lambung, makan teratur atau tidak terlalu cepat, mengurangi makan makanan yang terlalu pedas dan berminyak, hindari merokok dan banyak minum kopi maupun alkohol, serta kurangi stres. Atu dengan obat-obat seperti pankreatin, ranitidin, dan simetidin.

DAFTAR PUSTAKA

Masnjoer A, Triyanti K, Savitri R, editor. Kapita Selekta Kedokteran. Jilid 1. Edisi ketiga. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kebokteran Universitas Indonesia, Jakarta, 2001, hlm. 492-494.
Harison’s Princlipes of Internal Medicine 15th Edition ( April 2003)
URL:http://www.smajournalonline.com/pt/re/smj/pdf,l2 Agustus 2002
URL:http://www.medicastore.com.Last Update : November 19,2007

Tidak ada komentar: